upacara adat tradisi suku tengger

Mengintip Kearifan Lokal, Tradisi dan Budaya Masyarakat Tengger di Bromo

Kawasan Gunung Bromo, yang terletak di Jawa Timur, Indonesia, bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga karena warisan budaya yang kaya dari masyarakat Tengger yang tinggal di sekitarnya. Masyarakat Tengger telah menjaga dan merawat tradisi serta kearifan lokal mereka selama berabad-abad, menciptakan identitas budaya yang unik dan menarik. Dalam artikel ini, kita akan mengintip lebih dalam ke dalam tradisi dan budaya masyarakat Tengger di Bromo, menjelajahi aspek-aspek khas yang membuat mereka begitu istimewa.

Latar Belakang Budaya Tengger

Sebelum kita mengeksplorasi tradisi dan budaya Masyarakat Tengger di Bromo, penting untuk memahami latar belakang sejarah dan geografis dari komunitas ini. Masyarakat Tengger adalah kelompok etnis yang tinggal di daerah pegunungan sekitar Gunung Bromo, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Mereka adalah keturunan dari pasangan legendaris, Roro Anteng dan Joko Seger, yang diyakini sebagai pendiri kerajaan Tengger pada abad ke-15. Sejak saat itu, masyarakat Tengger telah membentuk budaya dan tradisi yang unik, yang masih dijaga dengan kuat hingga hari ini.

Ritual dan Upacara Adat

Salah satu aspek paling mencolok dari budaya Tengger adalah keberadaan ritual dan upacara adat yang kaya makna. Salah satu upacara yang paling terkenal adalah Kasada, yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan purnama ke-14 atau ke-15 menurut penanggalan Jawa. Kasada adalah perayaan yang sangat penting bagi masyarakat Tengger, di mana mereka memanjat Gunung Bromo untuk melakukan persembahan kepada Sang Hyang Widhi, atau Tuhan. Persembahan berupa hasil bumi seperti hasil pertanian dan hewan ternak diletakkan di kawah Gunung Bromo sebagai tanda syukur dan permohonan keselamatan.

Baca Juga:  10 Persiapan Wisata Agar Mengesankan

Mitos dan Legenda

Budaya Tengger juga kaya dengan mitos dan legenda yang membentuk cara pandang dan keyakinan masyarakat. Salah satu legenda terkenal adalah cerita tentang asal usul Gunung Bromo, yang melibatkan kisah cinta tragis antara Roro Anteng dan Joko Seger. Menurut legenda, keduanya adalah pasangan yang kuat namun tidak beruntung, dan akhirnya mereka mengorbankan anak mereka sebagai upaya untuk meredakan kemarahan para dewa yang menyebabkan gunung berapi meletus.

Seni dan Kesenian Tradisional

Seni dan kesenian tradisional juga memainkan peran penting dalam budaya Tengger. Masyarakat Tengger dikenal karena tarian dan musik tradisional mereka, yang sering diadakan dalam acara-acara adat dan perayaan lokal. Salah satu tarian yang paling terkenal adalah Tari Remo, yang merupakan tarian pemujaan kepada Sang Hyang Widhi. Selain itu, seni kerajinan tangan seperti ukiran kayu dan anyaman bambu juga merupakan bagian penting dari warisan seni dan budaya Tengger.

Pemeliharaan Tradisi di Era Modern

Meskipun banyak perubahan telah terjadi di sekitar mereka, masyarakat Tengger tetap berusaha keras untuk mempertahankan tradisi dan budaya mereka di era modern. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, mereka masih mengutamakan nilai-nilai adat dan mengajarkannya kepada generasi muda. Sekolah-sekolah adat dibuka untuk memastikan pengetahuan tentang tradisi tetap hidup, sementara upacara adat terus diadakan dengan penuh semangat dan kehormatan.

Pentingnya Konservasi Budaya

Ketika kita membicarakan kekayaan budaya masyarakat Tengger di Bromo, penting untuk menyadari pentingnya konservasi budaya. Warisan budaya ini adalah bagian integral dari identitas mereka dan memiliki nilai yang tak ternilai bagi keberlanjutan budaya Indonesia secara keseluruhan. Dukungan dari pemerintah, LSM, dan masyarakat umum diperlukan untuk menjaga dan melindungi tradisi dan budaya Tengger agar tetap hidup dan berkembang.

Baca Juga:  Daftar Hotel di Dekat Bromo beserta Alamatnya

Budaya masyarakat Tengger di Bromo adalah harta karun budaya yang kaya dan menarik. Dari ritual dan upacara adat yang kuno hingga mitos dan legenda yang mempesona, budaya Tengger merupakan warisan yang patut dijaga dengan cermat. Di tengah modernisasi yang cepat, penting untuk terus memperkuat dan mempromosikan tradisi ini agar tetap relevan dan hidup di masa depan. Dengan memahami dan menghargai warisan budaya ini, kita dapat membantu memastikan kelangsungan budaya yang beragam dan kaya di Indonesia.

Artikel Terkait

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *